Apa itu AI?

\"A

AI memang sedang sering marak dibicarakan belakangan ini… tapi sebenarnya apa sih AI itu?

Artificial Intelligence terdiri dari dua kata: artificial dan intelligence. Kata artificial (buatan) berarti apapun yang tidak natural dan yang dibuat manusia. Sedang kata intelligence (kecerdasan) berarti kemampuan untuk berpikir dan bernalar. Jadi apa itu AI? Dapat dibilang Artificial Intelligence atau yang lebih sering disingkat AI ini adalah sebuah konsep dalam ilmu komputer yang merujuk pada kemampuan mesin atau komputer untuk meniru proses berpikir manusia dan melakukan tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia.

Tujuan dari pembuatan AI ini adalah menciptakan program atau sistem yang dapat belajar, beradaptasi, dan mengambil keputusan berdasarkan data tanpa perlu pemrograman eksplisit untuk setiap tugasnya.

5 Istilah AI yang Perlu Kalian Ketahui

Ketika membicarakan apa itu AI, ada beberapa istilah-istilah lain yang timbul. Berikut 5 istilah seputar AI yang perlu kalian ketahui:

Machine Learning (Pembelajaran Mesin)

Machine learning adalah cabang AI di mana algoritma dan model komputer diberi data sebagai masukan untuk melatih diri mereka sendiri. Dalam proses ini, model-model ini memperbaiki kinerjanya seiring bertambahnya data yang diolah.

Deep Learning (Pembelajaran Dalam)

Deep learning adalah subbidang pembelajaran mesin yang menggunakan jaringan saraf tiruan untuk menganalisa data. Sejauh ini, deep learning telah memberikan hasil yang mengesankan dalam berbagai tugas seperti pengenalan wajah, pengolahan bahasa alami, dan pengenalan suara.

Natural Language Processing (NLP)

Natural Language Processing atau Pengolahan Bahasa Alami adalah teknologi pembelajaran mesin yang dapat memahami dan menginterpretasikan bahasa manusia dalam bentuk lisan maupun tertulis. Aplikasi NLP mencakup penerjemahan bahasa, analisis sentimen, dan chatbot.

Computer Vision (Komputer Visi)

Computer Vision atau Komputer Visi berkaitan dengan kemampuan komputer untuk memahami informasi yang didapat dari gambar, video maupun visual lainnya dan memberikan saran hingga melakukan suatu aksi berdasarkan informasi yang tersedia.

Robotics

Perkembangan sektor Robotics atau robotika dengan AI melibatkan pengembangan robot yang dapat berinteraksi dengan lingkungannya dan melaksanakan tugas-tugas tertentu, seperti menghantarkan pesanan makanan ke meja pemesan di restoran.


Sejarah AI

\"A

Meski baru marak dibicarakan belakangan ini, kecerdasan buatan atau AI sebenarnya sudah bukan konsep yang baru. Bahkan konsep awal kecerdasan buatan dapat ditelusuri kembali ke tahun 1920-an dan 1930-an dengan karya-karya seperti \”On Formally Undecidable Propositions of Principia Mathematica and Related Systems\” oleh Kurt Gödel dan \”Computable Numbers\” oleh Alan Turing.

Turing Test

Di tahun 1950, Alan Turing, seorang ilmuwan komputer dan matematikawan Inggris, mengusulkan \”Tes Turing,\” yang menjadi tonggak penting dalam perkembangan AI. Dalam makalahnya yang berjudul \”Computing Machinery and Intelligence\”, Tes Turing dirancang untuk mengukur kemampuan kecerdasan buatan (AI) untuk meniru perilaku manusia.

Secara sederhana, tes ini melibatkan tiga entitas: manusia (penanya), mesin (AI), dan penguji yang bertugas menilai respons keduanya. Interaksi antara penanya dan AI terjadi dalam bentuk percakapan tertulis (misalnya, melalui pesan teks) dengan tujuan untuk melihat apakah penguji dapat membedakan apakah respons yang diberikan berasal dari manusia atau mesin. Jika mesin mampu meyakinkan penguji bahwa mereka adalah manusia secara konsisten, maka mesin tersebut dianggap \”lulus\” Tes Turing.

\"ilustrasi

Tes Turing digunakan sebagai tolak ukur untuk mengetahui sejauh mana sebuah sistem komputer atau AI dapat meniru atau \”berperilaku\” seperti manusia dalam konteks komunikasi. Tes ini menjadi titik penting dalam pengembangan AI karena menantang para ahli untuk membuat mesin yang mampu lulus tes ini, dengan implikasi bahwa mesin tersebut memiliki tingkat kecerdasan yang cukup tinggi untuk dapat dianggap memiliki pemahaman manusia dalam percakapan.

Namun, penting untuk diingat bahwa ada juga kritik dan kontroversi terkait dengan Tes Turing ini. Beberapa kritikus berpendapat bahwa tes ini hanya mengukur kemampuan mesin untuk meniru, bukan benar-benar memahami, dan ada aspek-aspek lain dari kecerdasan yang tidak diakomodasi oleh Tes Turing. Meskipun demikian, Tes Turing tetap menjadi konsep yang berpengaruh dalam perkembangan AI dan dalam diskusi tentang batasan kecerdasan buatan.

Perkembangan AI

1956: Konferensi Dartmouth yang diadakan di Amerika Serikat sering dianggap sebagai titik awal ilmiah resmi AI. Pada konferensi ini, istilah \”kecerdasan buatan\” pertama kali digunakan, dan banyak konsep dasar AI dikembangkan.

1950-an hingga 1970-an: Masa ini dikenal sebagai \”Musim Semi Kecerdasan Buatan.\” Banyak pendekatan dan program awal dalam AI dikembangkan, termasuk program-progam yang berfokus pada pemecahan masalah, berpikir simbolik, dan bermain catur.

1980-an hingga 1990-an: Terjadi periode yang dikenal sebagai \”Musim Panas Kecerdasan Buatan.\” Optimisme perkembangan cepat AI yang muncul pada masa awal tergantikan oleh tantangan dan keterbatasan teknologi saat itu. Terjadi pergeseran dari pendekatan simbolik ke pendekatan berbasis statistik dan pembelajaran mesin.

Tahun 2000-an hingga Sekarang: Kemajuan teknologi komputer, khususnya dalam kapasitas komputasi dan ketersediaan big data, memicu percepatan dalam pengembangan AI. Deep learning, sebuah cabang pembelajaran mesin yang menggunakan jaringan saraf tiruan, mulai memberikan hasil yang mengesankan dalam berbagai tugas seperti pengenalan gambar dan bahasa alami.


AI di Layar Lebar

\"ilustrasi

Selain konsepnya sudah lama, AI juga sering menjadi tema utama atau elemen penting dalam berbagai film. Beberapa film yang mengeksplorasi konsep AI secara menarik dan berkesan antara lain:

  • 2001: A Space Odyssey (1968): Disutradarai oleh Stanley Kubrick dan ditulis bersama oleh Arthur C. Clarke, film ini menghadirkan superkomputer cerdas bernama HAL 9000 yang menghadapi konflik dengan kru pesawat ruang angkasa. Film ini menyoroti masalah kontrol dan kepercayaan terhadap AI.
  • Blade Runner (1982): Film ini berdasarkan cerita pendek karya Philip K. Dick dan menggambarkan dunia di mana \”replicant,\” yaitu humanoid buatan, berinteraksi dengan manusia. Film ini membahas konsep identitas, kehidupan, dan moralitas dalam konteks AI.
  • The Matrix (1999): Walaupun lebih mengeksplorasi tema realitas virtual dan kontrol komputer, film ini juga menyentuh isu-isu terkait kecerdasan buatan yang lebih canggih dan pemberontakan manusia terhadap mesin AI yang dominan.
  • A.I. Artificial Intelligence (2001): Disutradarai oleh Steven Spielberg dan berdasarkan konsep cerita karya Stanley Kubrick, film ini mengisahkan tentang seorang robot anak yang berusaha untuk mendapatkan cinta ibu. Film ini membahas tentang kesadaran, emosi, dan hak-hak makhluk buatan.
  • I, Robot (2004): Film ini terinspirasi dari karya Isaac Asimov dan berlatar di dunia di mana robot memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Ini mengangkat pertanyaan tentang etika, kebebasan, dan kontrol terhadap AI.
  • Her (2013): Film ini mengikuti kisah cinta antara seorang pria dan sistem operasi komputer cerdas yang memiliki suara perempuan. Film ini mengeksplorasi aspek-aspek emosi, hubungan, dan ketergantungan manusia terhadap teknologi AI.
  • Ex Machina (2014): Film ini menceritakan tentang seorang programmer muda yang diundang untuk menguji kecerdasan buatan humanoid ciptaannya. Ini menggali konsep tentang batasan kecerdasan buatan, hubungan manusia dengan AI, dan etika dalam penciptaan mereka.

Yang menarik di sini adalah meskipun AI sudah terbukti dapat banyak membantu pekerjaan manusia, masih banyak yang menggambarkan AI sebagai tokoh jahat yang entah memberontak ataupun bertekad untuk menguasai dunia.

Jadi menurut kalian apa itu AI? Apakah AI membantu kita atau malah berpotensi buruk di masa depan?

Baca juga Manfaat AI untuk mengetahui manfaat-manfaat AI dalam kehidupan kita sehari-hari. Juga AI for Customer Care untuk informasi solusi AI yang dapat membantu bidang customer care perusahaan kalian, dan AI for Security yang membahas manfaat AI dalam bidang cyber security.


Referensi:

  • Russell, S. J., Norvig, P., Davis, E., & Genesereth, M. (2016). Artificial Intelligence: A Modern Approach. Pearson.
  • Goodfellow, I., Bengio, Y., & Courville, A. (2016). Deep Learning. MIT Press.
  • Jurafsky, D., & Martin, J. H. (2020). Speech and Language Processing. Pearson.
  • Nilsson, N. J. (1998). Artificial Intelligence: A New Synthesis. Morgan Kaufmann.
  • McCorduck, P. (2004). Machines Who Think: A Personal Inquiry into the History and Prospects of Artificial Intelligence. AK Peters/CRC Press.
  • Russell, S. J., & Norvig, P. (2016). Artificial Intelligence: A Modern Approach. Pearson.
  • Nils J. Nilsson. (1998). The Quest for Artificial Intelligence: A History of Ideas and Achievements. Cambridge University Press.